Kamis, 13 Desember 2012

Bukan Sekadar untuk Bertemu


merindumu... 
seperti berdiri di tengah angin
berhembus lembut penuh perhitungan

merindumu... 
seperti berada dalam padang
bunga yang bermekaran

merindumu... 
seperti menyusun bait-bait lagu
meraba, agar terdengar satu

Sabtu, 08 Desember 2012

Catatan Satu per Tiga


Hai kamu yang disana! Apa kabarnya? Masih bisa dengar suaraku? Masih bisa lihat aku?
Malam menurunkan tirai kegelapan, asal tahu kamu ada itu sungguh lebih dari cukup untuk membuatku tidur dengan nyenyak.

Ssshh... diamlah. Ada anak kecil bermain di bawah tetes ratusan air. Wajahnya sumringah. Hahha, aku sedikit cemburu. Seiring usia yang bertambah, seperti memasukkan koin ke celengan ayam yang kita taruh di pojok ruangan. Semakin lama semakin berat. Hilang cara bahagia karena hal-hal sederhana.

Selasa, 04 Desember 2012

"Allah Tahu dan Sudah Mencatat Niat Kakak..."

"Ketika kita berusaha lebih dan tetap bersyukur atas apa yang terjadi, mungkin itulah yang dikatakan ikhlas."

Dulu....
Dulu sekali, saat itu aku berniat mengikuti sebuah acara. Entah tarhib ramadhan, konser kemanusiaan, aksi solidaritas, atau kegiatan lainnya semacam itu. Ada lebih dari dua orang anak kecil di rumah, dengan persiapan yang tentu saja memakan waktu lama. Membosankan, dan benar-benar menguji kesabaran.

Waktu persiapan yang lama, belum pula perjalanan yang panjang. Ini Jakarta. dengan tingkat kepadatan jalan yang benar-benar menyebalkan. Dan benar saja, begitu sampai disana, yang kudapat hanya penutupan. 
Kesal? Tentu saja. Sebal? Apalagi. Tangis? Sungguh, itu tak tertahankan. Meski enggan menyalahkan saudara sendiri, tapi rasa kesal itu benar-benar meluap tak terbendung. Aku terisak. Menahan perasaan agar tak keluar menjadi pertengkaran. Berulang kali meraung, sedih.

Abi mengangkatku, mendudukkanku di gendongannya. Berjalan perlahan sambil menuntun adikku yang lain dengan tangan satunya. Berulang kali aku menghapus air mata. Terlalu gengsi menangis di tempat setinggi itu. Lautan manusia mulai berbalik arah. Acaranya sudah selesai. Beberapa menoleh ke arahku yang masih tersedu di bahu abi. 

"Kakak turun." Ujar umi. Selalu terdengar seperti akan marah. Meski hendak menolak, tetap saja tak pernah bisa.
Abi menurunkanku perlahan. Aku berdiri di atas rumput. Masih sibuk menghapus airmata yang tak kunjung berhenti. Abi menepuk bahuku lembut, yang malah membuat airmata semakin deras mengalir.

"Kakak mau ikut. Kakak mau ikut.." Ujarku berulang kali sambil terisak. 

Senin, 03 Desember 2012

Dreamer. Partner. Fighter


Ada waktu aku berjalan jauh
Lalu lelah dan kembali
Menemukanmu masih di tempat yang sama
dengan sinar wajah yang tak jua berubah

Ada waktu aku berjalan entah kemana
hilang di pengasingan
tak mengenal barang satu nama
lalu lelah. jiwa dan raga

Lalu kamu hadir
meski tak selalu dengan senyum terpasang
seringkali kita hanya bersisian
membiarkan kata hati menguntai tanpa suara