Kamis, 09 Oktober 2014

Titian Pelangi

Yosh. Apa yang bisa diceritakan hari ini?

Ada titian pelangi menuju langit. Katanya di ujung pelangi ada kendi emas. Aku ini manusia yang hidup dalam negeri mimpi. Aku percaya, lalu bagaimana?
Kita memilih apa yang kita percayai bukan?

Hei, selamat malam. Dalam perjalanan kita akan kedatangan banyak warna. Warna-warna harapan. Warna-warna cerita. Warna-warna tantangan. Kita harus meniti semuanya, biar kita tahu bagaimana istimewanya ujung pelangi.

Kalau pelangimu terputus di satu titik. Ciptakan lagi saja warna baru. Perjalananmu tak boleh berhenti hanya karena hilangnya satu garis warna.

Yep, selamat berjalan.
Selamat meniti pelangi.
Selamat menjemput kendi emasnya

Waktu Merindumu

aku tak pernah sempurna mampu merindumu
ada banyak garis halus yang melintang di ruang antara kau dan aku

malam masih saja gulita, menyisakan kerlip gemintang
manis memang, cantik memang, tapi tak cukup mengubah malam jadi benderang

rindu ini seperti bait nada yang belum teraksara
indah memang, tapi tak terasa begitu sempurna

aku menunggu, hingga waktu dimana segalanya bebas kita ungkapkan
aku menunggu, hingga mentari gantikan gemintang dan sinari tempat kita terdiam

Rabu, 01 Oktober 2014

Diingat

Beberapa puluh tahun lagi mungkin kamu akan lupa bahwa kamu pernah mengingatku.

Khawatir? Tentu saja

Tapi kita tak bisa memaksa siapapun mengingat kita jika kita tak mampu melakukan apapun.

Tapi kedekatan seperti ini memaksamu menjadi orang yang multi tasking. Yang mampu membagi perhatian secara merata ke semua orang.
Bagaimanapun kita telah sama-sama dewasa, jadi tak ada yg benar-benar perlu dijaga dan dikhawatirkan. Tatap saja lurus apa yang ada di depanmu. Dilupakan atau diingat adalah hal lain lagi yang tak perlu diusahakan.

Yep.
"Bukan demi tuk siapapun juga, cukup mencoba untuk jadi lebih hebat"
Lakukan apa yang memang harus dilakukan. Baru setelah itu, lakukan apa yang kamu suka, dengan caramu. Dan sesekali biarkan oranglain tahu prosesmu, karena tak selalu harus sempurna untuk menunjukkan diri.

Biarkan setiap orang berjalan di jalurnya. Dan kamu di jalurmu. Lalu bila memang sudah waktunya, kamu akan tahu bagaimana mereka mengingatmu. Tanpa perlu merasa terganggu dengan pandangan mereka.

Rabu, 03 September 2014

This Is (not) a Game

Selamat malam,
seseorang berkata bahwa hidup ini seperti sebuah permainan.
Yang lain bilang nikmati saja, yang lainnya bilang tapaki setiap levelnya.

Tapi, ada yang berbeda tentang hidup dan game.
Dalam kehidupan, kita tak bisa me-restart semau kita. Jangankan re-start, undo saja tak mungkin. Satu kata yang dikenal di kehidupan jika kita salah adalah : perbaiki. Urusan dimaafkan atau tidak, mungkin bisa belakangan.

Selain itu, tak ada manual book, atau cara bermain yang jelas dalam kehidupan ini. Indikator kenaikan level pun tak ada, seperti berapa poin yang harus dikumpulkan, treasure yang mesti ditemukan, misi yang harus dijalankan. Tidak ada.
Life point, health point, pencapaian level, job description pun tak ada.
Satu hal yang pasti ada : Game Over. Dan itupun tidak jelas kapannya.

Setiap orang yang tetap bermain, beberapa di antaranya akan menemukan tujuannya. Level tertinggi yang mesti dicapai.
Tapi progres pencapaiannya? Berapa level dia meningkat? Siapa yang tahu.

Tapi dalam permainan kehidupan, kita bisa setiap saat kembali ke level 1 bahkan 0.  Bisa turun level kapan saja, bahkan tanpa tahu berapa level yang hilang, karena tak ada penaikan level yang meningkat secara stabil disini. Bahkan mereka yang telah menemukan tujuan, bisa saja ragu dan mengira hal tersebut semu. Lalu kembali ke titik satu atau nol.

Dalam permainan ini kita hanya tahu 2 titik : mula dan akhir. Tapi seberapa banyak level yang mesti dilewati, tak ada yang tahu. Dan lagi, tak ada titik aman pertama, apalagi berikutnya.

Setiap orang yang melihat level puncaknya hanya perlu menuju kesana. Caranya bagaimana? Itu terserah setiap pemain.
Indikatornya jelas : mencapai level tertinggi. Sudah.

Tapi selebihnya tak ada apa-apa.
Hidup ini hanya seperti tinggal di kota pertukaran bagi mereka yang tak menemukan tujuan. Terdiam, atau berputar di tempat yang sama.

Baiklah, aku mengantuk.
Dalam bermain pun kita harus tetap baik.
Jadi, selamat malam...
Aku sudah sangat mengantuk malam ini~